Di mana aku?
...
Aku melihat bendera merah putih berkibar. Dan, entah mengapa tiba-tiba aku mengerti bahasa yang orang-orang ucapkan saat ini.
...
Sebelumnya, izinkan aku memperkenalkan diriku. Aku adalah salah satu tentara Belanda pada masa Belanda masih berkuasa di Indonesia. Seharusnya Belanda masih bertahan sampai saat ini, namun ternyata kebodohan pimpinan VOC saat itu membuat semuanya bertahan hanya 350 tahun, dari yang seharusnya, setidaknya Belanda dapat bertahan di sini selama 500 tahun.
Dari semua penjelajah samudera, tentu Belandalah yang termasuk paling sukses. Belanda berhasil mewujudkan salah satu tujuan dari penjelajahan samudera ini, yaitu rempah-rempah untuk mendapat kekayaan. Walaupun bukan yang pertama, namun Belanda adalah negara yang menguasai Nusantara dengan durasi paling lama.
Korupsi, menghilangkan dana yang seharusnya sangatlah berguna untuk Belanda. Kerja paksa,yang menurutku lebih buruk dari perbudakan, menghilangkan kepercayaan pribumi terhadap Belanda. Strategi ini tidak dijalankan untuk bertahan lama namun hanyalah untuk keuntungan singkat.
Mungkin, jika aku menjadi gubernur VOC, aku akan mulai dengan memasuki ranah kerajaan. Dengan pengaruh dalam kerajaan yang mengakar kuat, aku dapat menguasai Nusantara lebih lama. aku akan memerintahkan tiap pimpinan di daerah untuk bersikap baik, memberikan gaji untuk pekerja dan harga yang pantas untuk tiap tanaman. Walaupun ini memperkecil keuntungan, tetapi aku dapat mempertahankan kekuasaanku lebih lama.
Dengan rakyat yang puas dan pengaruh dalam kerajaan, aku akan berusaha mempengaruhi rakyat untuk mengusir pedagang lain, selain Belanda. Aku akan mengirim utusan terbaikku untuk menghasut para raja. Setidaknya aku dapat memonopoli perdagangan lebih lama, dan menghasilkan lebih banyak uang untuk Belanda.
Pendidikan? Pada waktu itu, hampir tidak ada pribumi yang peduli tentang pendidikan. Yang mereka pedulikan hanyalah apakah mereka dapat makan atau tidak, walaupun itu mulai berubah dengan adanya berbagai gerakan nasionalis dari berbagai organisasi. Mungkin mereka dapat aku tawarkan kekayaan agar mereka dapat mempropagandakan Belanda sebagai penguasa yang baik dan rakyat haruslah loyal kepada kami.
Saat Belanda kalah perang dengan Perancis, aku diam-diam akan menyimpan uang untuk kebangkitan Belanda, walaupun tentu saja aku akan tetap berpura-pura mengakui Perancis untuk menghindari peperangan. Setidaknya, aku tetap melindungi rakyat agar mereka tetap yakin kepadaku.
Dengan dukungan rakyat, dan harta yang (semoga) berlimpah, aku yakin angkatan perang Belanda menjadi lebih kuat. Dan tentu saja, aku yakin, Hindia Belanda dapat menahan serangan Jepang.
Suatu saat nanti, rakyat pun akan sadar akan pentingnya kemerdekaan. Saat itulah aku mulai menawarkan kebebasan mengatur negara sendiri, namun tetap dengan perjanjian-perjanjian untuk perdagangan. Akhirnya, aku dapat pensiun dengan tenang dan dikenang oleh rakyat sebagai pemimpin terbaik dari VOC.
...
Angan-angan yang terlalu tinggi. Aku merasa waktuku sudah datang.
~Sejarah Dekat Dengan Kita~
...
Aku melihat bendera merah putih berkibar. Dan, entah mengapa tiba-tiba aku mengerti bahasa yang orang-orang ucapkan saat ini.
...
Sebelumnya, izinkan aku memperkenalkan diriku. Aku adalah salah satu tentara Belanda pada masa Belanda masih berkuasa di Indonesia. Seharusnya Belanda masih bertahan sampai saat ini, namun ternyata kebodohan pimpinan VOC saat itu membuat semuanya bertahan hanya 350 tahun, dari yang seharusnya, setidaknya Belanda dapat bertahan di sini selama 500 tahun.
Dari semua penjelajah samudera, tentu Belandalah yang termasuk paling sukses. Belanda berhasil mewujudkan salah satu tujuan dari penjelajahan samudera ini, yaitu rempah-rempah untuk mendapat kekayaan. Walaupun bukan yang pertama, namun Belanda adalah negara yang menguasai Nusantara dengan durasi paling lama.
Korupsi, menghilangkan dana yang seharusnya sangatlah berguna untuk Belanda. Kerja paksa,yang menurutku lebih buruk dari perbudakan, menghilangkan kepercayaan pribumi terhadap Belanda. Strategi ini tidak dijalankan untuk bertahan lama namun hanyalah untuk keuntungan singkat.
Mungkin, jika aku menjadi gubernur VOC, aku akan mulai dengan memasuki ranah kerajaan. Dengan pengaruh dalam kerajaan yang mengakar kuat, aku dapat menguasai Nusantara lebih lama. aku akan memerintahkan tiap pimpinan di daerah untuk bersikap baik, memberikan gaji untuk pekerja dan harga yang pantas untuk tiap tanaman. Walaupun ini memperkecil keuntungan, tetapi aku dapat mempertahankan kekuasaanku lebih lama.
Dengan rakyat yang puas dan pengaruh dalam kerajaan, aku akan berusaha mempengaruhi rakyat untuk mengusir pedagang lain, selain Belanda. Aku akan mengirim utusan terbaikku untuk menghasut para raja. Setidaknya aku dapat memonopoli perdagangan lebih lama, dan menghasilkan lebih banyak uang untuk Belanda.
Pendidikan? Pada waktu itu, hampir tidak ada pribumi yang peduli tentang pendidikan. Yang mereka pedulikan hanyalah apakah mereka dapat makan atau tidak, walaupun itu mulai berubah dengan adanya berbagai gerakan nasionalis dari berbagai organisasi. Mungkin mereka dapat aku tawarkan kekayaan agar mereka dapat mempropagandakan Belanda sebagai penguasa yang baik dan rakyat haruslah loyal kepada kami.
Saat Belanda kalah perang dengan Perancis, aku diam-diam akan menyimpan uang untuk kebangkitan Belanda, walaupun tentu saja aku akan tetap berpura-pura mengakui Perancis untuk menghindari peperangan. Setidaknya, aku tetap melindungi rakyat agar mereka tetap yakin kepadaku.
Dengan dukungan rakyat, dan harta yang (semoga) berlimpah, aku yakin angkatan perang Belanda menjadi lebih kuat. Dan tentu saja, aku yakin, Hindia Belanda dapat menahan serangan Jepang.
Suatu saat nanti, rakyat pun akan sadar akan pentingnya kemerdekaan. Saat itulah aku mulai menawarkan kebebasan mengatur negara sendiri, namun tetap dengan perjanjian-perjanjian untuk perdagangan. Akhirnya, aku dapat pensiun dengan tenang dan dikenang oleh rakyat sebagai pemimpin terbaik dari VOC.
...
Angan-angan yang terlalu tinggi. Aku merasa waktuku sudah datang.
~Sejarah Dekat Dengan Kita~
Komentar
Posting Komentar