Di mana aku? ... Aku melihat bendera merah putih berkibar. Dan, entah mengapa tiba-tiba aku mengerti bahasa yang orang-orang ucapkan saat ini. ... Sebelumnya, izinkan aku memperkenalkan diriku. Aku adalah salah satu tentara Belanda pada masa Belanda masih berkuasa di Indonesia. Seharusnya Belanda masih bertahan sampai saat ini, namun ternyata kebodohan pimpinan VOC saat itu membuat semuanya bertahan hanya 350 tahun, dari yang seharusnya, setidaknya Belanda dapat bertahan di sini selama 500 tahun. Dari semua penjelajah samudera, tentu Belandalah yang termasuk paling sukses. Belanda berhasil mewujudkan salah satu tujuan dari penjelajahan samudera ini, yaitu rempah-rempah untuk mendapat kekayaan. Walaupun bukan yang pertama, namun Belanda adalah negara yang menguasai Nusantara dengan durasi paling lama. Korupsi, menghilangkan dana yang seharusnya sangatlah berguna untuk Belanda. Kerja paksa,yang menurutku lebih buruk dari perbudakan, menghilangkan kepercayaan pribumi terhadap ...
Ya, aku kembali dengan sebuah tugas yang menanti. Setelah membaca beberapa referensi, aku siap melibas tugas ini. Untuk bagian pertama, aku akan menguraikan beberapa teori tentang masuknya Islam di Indonesia. Pertama, Teori Gujarat. Dari sumber yang aku baca, teori ini dikemukakan oleh J. Pijnapel dan Snouck Hurgronje, dua sejarawan berkebangsaan Belanda. Teori ini menyatakan bahwa Islam di Indonesia datang dari Gujarat pada abad ke-13 Masehi, dibawa oleh para pedagang Gujarat yang berdagang di Nusantara. Teori ini diperkuat dengan beberapa bukti, contohnya batu nisan dari salah satu sultan dari Samudera Pasai, Sultan Malik As-Saleh. Batu nisan yang bertuliskan tahun 1297 ini memiliki corak khas Islam Gujarat yang menjadikan batu nisan ini sebagai salah satu penguat. Kemudian, bukti yang lain adalah perkembangan ilmu tasawuf dalam Islam yang mirip dengan Islam di Gujarat. Namun, teori ini memiliki beberapa kelemahan. Beberapa ahli mengkritik teori ini dengan meng...