Ya, aku kembali dengan sebuah tugas yang menanti. Setelah membaca beberapa referensi, aku siap melibas tugas ini.
Pertama, saluran perdagangan. Proses penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang muslim yang menetap di kota-kota pelabuhan untuk membentuk perkampungan muslim, misalnya Pekojan. Saluran ini merupakan saluran yang dipilih sejak awal sejarah masuknya Islam ke Indonesia.Kedua, saluran perkawinan. Proses penyebaran agama Islam dilakukan dengan cara seseorang yang telah menganut Islam menikah dengan seorang yang belum menganut Islam sehingga akhirnya pasangaannya itu ikut menganut Islam.Ketiga, saluran dakwah. Proses penyebaran Islam yang dilakukan dengan cara memberi penerangan tentang agama Islam seperti yang dilakukan Wali Songo dan para ulama lainnya.Keempat, saluran pendidikan. Proses ini dilakukan dengan mendirikan pesantren guna memperdalam ajaran-ajaran Islam yang kemudian menyebarkannya.Kelima, saluran seni budaya. Proses penyebaran Islam menggunakan media-media seni budaya seperti pergelaran wayang kulit yang dilakukan Sunan Kalijaga, upacara sekaten, dan seni sastra.Keenam, proses tasawuf. Penyebaran Islam dilakukan dengan menyesuaikan pola pikir masyarakat yang masih berorientasi pada ajaran agama Hindu dan Budha.
Untuk bagian pertama, aku akan menguraikan beberapa teori tentang masuknya Islam di Indonesia.
Pertama, Teori Gujarat. Dari sumber yang aku baca, teori ini dikemukakan oleh J. Pijnapel dan Snouck Hurgronje, dua sejarawan berkebangsaan Belanda. Teori ini menyatakan bahwa Islam di Indonesia datang dari Gujarat pada abad ke-13 Masehi, dibawa oleh para pedagang Gujarat yang berdagang di Nusantara.
Teori ini diperkuat dengan beberapa bukti, contohnya batu nisan dari salah satu sultan dari Samudera Pasai, Sultan Malik As-Saleh. Batu nisan yang bertuliskan tahun 1297 ini memiliki corak khas Islam Gujarat yang menjadikan batu nisan ini sebagai salah satu penguat. Kemudian, bukti yang lain adalah perkembangan ilmu tasawuf dalam Islam yang mirip dengan Islam di Gujarat.
Namun, teori ini memiliki beberapa kelemahan. Beberapa ahli mengkritik teori ini dengan mengatakan bahwa masyarakat Gujarat mayoritas menggunakan mazhab Hanafi, tetapi mazhab yang berkembang di Indonesia adalah mazhab Syafi'i. Kemudian, pada masa itu, daerah Gujarat masih dikuasai kerajaan Hindu, yang menjadi salah satu kelemahan teori ini.
Kedua, Teori Arab. Teori ini didukung oleh Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka. Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para musafir yang berasal dari Arab pada abad ke-7 Masehi.
Teori ini didukung dengan beberapa bukti, salah satunya adalah pada abad ke-7 Masehi sudah ditemukan perkampungan Islam di daerah Pantai Timur Sumatera. Yang kedua, mazhab yang populer saat itu dan masih banyak dianut di Indonesia, yaitu mazhab Syafi'i, sama dengan mazhab yang populer di daerah Arab dan Mesir. Ketiga, penggunaan gelar Al-Malik pada raja-raja Samudera Pasai yang lazim ditemukan di Mesir. Keempat, terdapat catatan dari China yang ditulis Chu Fan Chi yang menyebutkan bahwa Islam datang di Indonesia pada tahun 625 Masehi, atau 9 tahun setelah Rasulullah memulai dakwah terbukanya. Kelima, pada tahun 672 Masehi terdapat makam Syekh Rukunuddin.
Sejauh ini, teori ini dianggap sebagai teori paling kuat dalam menjelaskan masuknya Islam di Indonesia. Kelemahan teori ini terdapat pada kurangnya bukti dan fakta tentang peran bangsa Arab dalam proses Islamisasi di Indonesia.
Ketiga, Teori Persia. Teori ini dicetuskan oleh Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat. Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi dan dibawa oleh kaum Syiah yang berasal dari Persia.
Teori ini didukung dengan beberapa bukti. Salah satunya adalah adanyanya kesamaan budaya Islam Persia dengan Islam Nusantara, contohnya dalam peringatan Asyura serta peringatan Tabut. Selain itu, bukti kebenaran teori ini adalah adanya kesamaan ajaran sufi, penggunaan istilah Persia untuk mengeja huruf arab, kesamaan dalam seni kaligrafi yang digunakan pada batu nisan, dan adanya banyak bukti tentang aliran Islam Syiah khas Persia pada awal Islam masuk ke Indonesia.
Karena banyaknya bukti yang mendukung teori ini, para ahli sejarah sempat menerima teori ini sebagai salah satu teori yang paling mungkin betul. Namun, setelah ditelusuti, terdapat beberapa kelemahan dalam teori ini. Dalam teori ini dikatakan bahwa Islam memasuki wilayah Nusantara pada abad ke-7 Masehi. Namun, pada saat itu kekuasaan Islam di Timur Tengah masih dalam genggaman kekhalifahan Umayyah yang pada saat itu berada di Damasku, Baghdad, Mekkah, serta Madinah. Jadi, berdasarkan fakta tersebut, tidaklah mungkin bagi para ulama dari Persia untuk berperan dalam penyebaran agama Islam secara besar-besaran ke Indonesia.
Keempat, Teori China. Teori ini dicetuskan oleh Slamet Mulyana dan Sumanto Al-Qurtuby. Teori ini menyatakan bahwa Islam di Indonesia dibawa oleh para pedagang dari China yang beragama Islam, tetapi dari berbagai sumber yang aku baca, tidak terdapat keterangan waktu yang spesifik tentang kapan terjadinya penyebaran Islam pada teori ini.
Teori ini didukung dengan beberapa bukti. Salah satunya adalah adanya fakta perpindahan orang-orang muslim China dari Canton ke Asia Tenggara, khususnya ke Palembang pada tahun 879 Masehi. Kemudian bukti yang kedua adalah adanya masjid tua yang berarsitektur China di Jawa. Yang ketiga, adanya gelar raja-raja Demak yang ditulis menggunakan istilah China. Yang keempat, raja Demak pertama berasal dari keturunan China yaitu Raden Patah. Dan, yang kelima adalah adanya catatan bangsa China yang menyatakan bahwa pelabuhan-pelabuhan di Indonesia pertama kali diduduki oleh para pedagang yang berasal dari China.
Kelima, Teori Maritim. Teori ini pertama kali dicetuskan oleh sejarawan berkebangsaan Pakistan yang bernama N.A Baloch. Teori tersebut menyatakan bahwa penyebaran Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kemampuan umat Islam yang tangguh dalam menjelajahi samudera. Dalam teori ini, tidak dapat dijelaskan dari mana asal agama Islam yang berkembang di Indonesia.
Dan sekarang, aku akan menguraikan tentang saluran Islamisasi di Nusantara.
Pertama, saluran perdagangan. Proses penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang muslim yang menetap di kota-kota pelabuhan untuk membentuk perkampungan muslim, misalnya Pekojan. Saluran ini merupakan saluran yang dipilih sejak awal sejarah masuknya Islam ke Indonesia.Kedua, saluran perkawinan. Proses penyebaran agama Islam dilakukan dengan cara seseorang yang telah menganut Islam menikah dengan seorang yang belum menganut Islam sehingga akhirnya pasangaannya itu ikut menganut Islam.Ketiga, saluran dakwah. Proses penyebaran Islam yang dilakukan dengan cara memberi penerangan tentang agama Islam seperti yang dilakukan Wali Songo dan para ulama lainnya.Keempat, saluran pendidikan. Proses ini dilakukan dengan mendirikan pesantren guna memperdalam ajaran-ajaran Islam yang kemudian menyebarkannya.Kelima, saluran seni budaya. Proses penyebaran Islam menggunakan media-media seni budaya seperti pergelaran wayang kulit yang dilakukan Sunan Kalijaga, upacara sekaten, dan seni sastra.Keenam, proses tasawuf. Penyebaran Islam dilakukan dengan menyesuaikan pola pikir masyarakat yang masih berorientasi pada ajaran agama Hindu dan Budha.
-menghilang-
~Sejarah Dekat Dengan Kita~
Komentar
Posting Komentar